Monday, November 21, 2016

Tujuan Aqiqah

Al munawi dalam kitab “syarah fadhlul qadir” menyebutkan perkataan Ibnul Qayyim, “tujuan dari Aqiqah adalah untuk menyelamatkan anak yang baru lahir dari syetan dan mencegahnya dari godaan syetan demi kemaslahatan akhiratnya.’hilangnya penyakit’, maksudnya mencukur rambutnya dan kotoran dikepalanya, baik ia suci atau najis. Agar rambutnya juga bisa tumbuh lebih kuat dari sebelumnya. Ini juga bermanfaat bagi kepala, karena akan membuka pori-pori di kepala dan mengeluarkan uap dengan mudah, juga bisa menguatkan inderanya.”[fadlul Qadir 4/416]
Diantara manfaat aqiqah, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya “tuhfatul Maudud” adalah :
1)      Merupakan ibadah kepada Allah Swt.
2)      Merupakan sifat mulia untuk menghilangkan kekikiran
3)      Memberikan makan kepada orang lain dan ini termasuk ibadah
4)      Melepaskan gadaian si anak, agar ia bisa memberikan atau mendapatkan syafaat bagi orangtuanya
5)      Menanamkan sunnah-sunnah yang disyari’atkan dan memberantas khurafat kejahiliyahan.
6)      Memperkenalkan nasab anak dan lainnya.
Ibnul Qayyim juga berkata : “menyembelih (aqiqah) untuk anak, mengandung makna taqarrub (mendekatkan diri) dan bersyukur kepada Allah. Menebus, bershadaqah, dan memberikan makan ketika mendapat kebahagiaan yang besar sebagai wujud syukur kepada Allah dan menampakkan Nikmat-Nya (anak) yang merupakan tujuan dan maksud dari pernikahan. Apabila disyari’atkan memberi makan ketika menikah yang merupakan sarana untuk mendapat nikmat ini (anak), maka ketika mendapatkannya akan lebih dianjurkan. Tidak ada yang lebih baik dan lebih indah di hati dari ajaran ini terhadap anaka. Ia merupakan ungkann kebahagiaan dan pelaksanaan syari’at islam. Ia adalah lahirnya orang-orang yang Rasulullah Saw akan berbangga kepada mereka pada hari kiamat. Orang-orang yang akan beribadah kepada Allah dan menghancurkan musuh-musuh-Nya.”[Tuhfatul Maudud fi ahkamil Maulud, hal. 69]

0 comments:

Post a Comment